Pekerjaan yang Menjanjikan! Cerita 5 Chef yang Membuatmu Semakin Tertarik dengan Dunia Chef

Date:
24/11/2017
Author
IHS Author
Categories:
News

Tidak ada kerja keras yang mengingkari hasil. Kata-kata tersebut sangat cocok untuk kisah-kisah inspiratif beberapa orang ini. Mereka memulai karirnya dari nol, hingga pada akhirnya menjadi chef yang terpercaya. Siapa sajakah mereka? Yuk simak kisahnya:

Menjadi Chef Sushi di Negeri Paman Sam

Rahman Pananto

 

Kerja keras, salah satu kunci yang mengubah kehidupan Rahman Pananto, Kepala Chef restoran sushi Samurai, Fairfax, Virginia, Amerika Serikat (AS). Lelaki kelahiran Batur, Malang, Jawa Timur ini mengawali karirnya di Amerika dengan menjadi tukang cuci piring. Hingga akhirnya ia pindah kerja di sebuah kedai sushi supermarket di AS. Ia bertahan selama tujuh tahun di sana. Di sana ia belajar banyak hal-hal dasar mengenai sushi. Mulai dari menggunakan pisau, memotong sayur mayur, hingga menanak nasi yang pas untuk hidangan sushi. Rahman belajar dari dasar hingga ia dipercaya menjadi supervisor.  Ia pindah ke sebuah restoran sushi di AS, bernama Samurai. Selama 11 tahun Rahman Pananto menghabiskan hidupnya di AS, total ia sudah bekerja di 6 restoran dan 5 kedai. Kini Rahman menjadi kepala chef di Samurai. Bukan hal yang mudah menjadi seorang kepala chef di sebuah restauran sushi di Amerika, mengingat persaingan yang begitu ketat. Perlu kerja keras dan ketekunan yang tidak pernah putusnya, serta sikap mau belajar.

Chef Juna, Dari Ugal-ugalan Menjadi Chef

Chef Juna

 

Masih ingat jelas wajah garang dan sikap angkuh salah satu chef juri acara  memasak di televisi? Tenang, semua itu hanyalah topeng dari Chef Juna. Di balik wajah garang itu tersimpan kisah perjalanan  panjang menjadi seorang chef.

Dirinya yang dahulu adalah anak muda yang ugal-ugalan.  Terlibat dalam perkelahian, dan hal-hal yang liar bukanlah hal yang asing bagi Juna. Pada  usianya yang ke 17 tahun, ia hijrah ke negara Paman Sam untuk memperbaiki hidupnya dan belajar di sekolah penerbangan. Akan tetapi, tidak berjalan sesuai rencana. Ditengah perjalanannya menjadi seorang pilot, Juna tidak memiliki cukup biaya dikarenakan krisis moneter 1998. Di sana ia menjalani kehidupan yang tidak mudah. Hingga ia sampai pada suatu titik kehidupan di mana untuk makan saja harus mengais koin-koin di tempat sampah. Jika sudah cukup terkumpul, ia akan membeli sebuah hamburger.

Dari situlah kehidupannya berubah. Chef Juna  bekerja serabutan untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Seorang teman menawarinya bekerja di sebuah restauran sushi Miyako, di Amerika sebagai pelayan. Hingga pada akhirnya sebuah kesempatan datang padanya. Juna diminta mengupas 25 kilogram kentang dalam waktu 15 menit. Juna  ragu tapi tetap berusaha sekuat tenaga dan dapat menyelesaikannya hanya dalam waktu 12 menit. Sejak saat itu restauran tempat di mana ia bekerja mempercayakannya untuk belajar memasak. Juna mengawali karir memasakanya dengan mengupas bahan-bahan, membersihkan panci dari minyak hingga menanak nasi untuk sushi. Juna kemudian pindah ke restauran sushi nomor satu di Houston, Texas bernama Up Town Sushi. Demi menambah pengalamannya dalam memasak, Juna pindah kerja di retauran Perancis dan belajar lagi dari nol. Setelah mencapai sukses karir di Amerika. Juna memutuskan cuti, dan pulang ke Indonesia. Di Indonesia ia menjadi Chef di restauran Jack and rabbit, Jakarta. Restauran dengan konsep dapat menyaksikan chefnya yang sedang memasak. Waktu itu konsep seperti itu masih  jarang di Indonesia.

Berawal dari ketidaksengajaan, justru Juna menjadi chef yang kini disegani oleh banyak orang.  Tentu saja hal ini merupkan buah manis dari 12 tahun kerja kerasnya memasak di luar negeri.

Gordon Ramsay, Chef 12 bintang

Gordon Ramsay

 

Siapa yang tidak kenal chef yang satu ini? Wajahnya kerap wara-wiri di berbagai program acara memasak di televisi, seperti Hell’s Kitchen, Master Chef, Kitchen Nightmare, dan The F Word. Gordon memiliki 13 restoran yang tersebar di seluruh dunia. Restauran yang pertama ia buka ketika berusia 31 tahun, bernama Gordon Ramsay, mendapat penghargaan tiga bintang Michellin (penghargaan tertinggi bagi seorang chef). Beberapa restauran lain miliknya juga mendapatkan bintang Michelin. Ini membuatnya menjadi satu-satunya chef yang mengantongi 12 bintang Michelin. Pencapainya ini bukan tanpa kerja keras dan kedisplinan yang tinggi.

Gordon Ramsay mengawali karir memasaknya sejak usia 19 tahun. Saat itu ia memilih untuk belajar di North Oxfordshire Techincal College, mengambil jurusan manajemen hotel. Lalu pada tahun 1980, ia menjadi commis chef, koki dasar di Roxburgh hotel. Gordon pindahke London dan sempat bekerja menjadi chef di beberpa restauran hingga akhirnya ia bekerja di resatauran Harvey di bawah chef marco piere white. Hanya dua tahun ia bertahan, ia tidak betah dengan perlakuan chef yang kasar dan tempramen.  Kemudian, Gordon Ramsay bekerja untuk Albert Roux  di Le Gavroche. Ingin mendalami kuliner perancis, Gordon memutuskan  terbang ke Perancis untuk mendalami masakan di sana. Perjalanan yang panjang bukan? Untuk menjadi chef setenar Gordon Ramsey memang tidak mudah.

Edwin Lau, Healty Chef

Edwin Lau

 

Perawakannya yang tegap dan atletis, tampak sangat sehat dan bugar. Edwin Lau, begitu biasa chef ini disapa sangat cocok jika menjadi seorang Healty Chef.  Awal karirnya menjadi chef dimulai ketika ia sedang duduk di bangku kuliah. Saat itu, dirinya yang berkuliah di D3 Jurusan Perhotelan Pariwisata Pelita Harapan Jakarta, mencoba magang di Sakana Sushi pada tahun 2001.

Awalnya, Edwin Lau sama sekali tidak menganut gaya hidup sehat. Baru setelah tahun 2006, dirinya mulai melatih tubuhnnya untuk memakan makanan sehat disamping juga berolahraga.  Edwin memiliki pola makan yang cukup unik, dalam sehari ia tidak mengkonsumsi garam, gula, dan nasi putih. Ia lebih banyak merebus atau mengkukus bahan makanan yang akan ia konsumsi. Pantas saja jika bentuk badannya sangat terjaga.

Terpilihnya ia menjadi salah satu model di Mens Health membuat ia sadar betapa pentingnya merawat kesehatan. Selain itu, ia melihat bahwa  sejumlah keluarganya terserang penyakit gula dan kanker. Hal ini semakin mendorongnya untuk hidup sehat. Baginya menjadi chef bukan hanya menyajikan hidangan dengan rasa nikmat dan tampilan yang memikat. Tetapi juga perlu memperhatikan sisi nutrisi dan gizi. Keseriusan Edwin Lau  menjadi chef health ini ditunjukkan dengan dirinya belajar lebih dalam mengenai nutrisi di Food and Drug Administration (FDA).

Jeff Henderson, dari Napi jadi Koki

Jeff Henderson

 

Jeff Henderson, namanya tidak hanya terkenal sebagai Chef, tetapi juga sebagai motivator, PR, penulis. Bagaimana tidak, kisah inspiratifnya sebelum menjadi koki telah menginspirasi banyak orang melalui bukunya, berjudul Cooked: My Journey From the Streets to the Stove. Jeff Henderson smpat mendekam dalam penjara hampir sepuluh tahun karena terlibat dalam kasus obat-obatan terlarang. Tetapi siapa menyangka, dirinya justru menemukan passion hidupnya yang sesungguhnya dari balik jeruji besi. Di penjara ia berkawan baik dengan Friendly Womack, yang kemudian banyak melatihnya di dapur penjara. Kini, Jeff Henderson menjadi Executive Chef di Belgio and Caesar Palace. Ia adalah excecutive chef pertama yang berasal dari keturunan Amerika-Afrika.

Di atas adalah lima kisah inspiratif para chef papan atas. Lima kisah di atas menunjukkan bahwa menjadi seorang chef memang membutuhkan proses. Diperlukan kerja keras, disiplin yang tinggi, pantang putus asa. Akan tetapi semuanya tidaklah mustahil jika memiliki keyakinan yang kuat.