Ingin Bekerja di Maskapai Penerbangan Sebagai Pramugari? Ini 5 Hal yang Harus Sahabat IHS Persiapkan

Date:
04/12/2017
Author
IHS Author
Categories:
News

IMG_4039

Mengenakan seragam rapi nan mentereng dan berkesempatan terbang keliling Indonesia bahkan keliling dunia membuat profesi pramugari memiliki banyak peminat. Sayangnya menjadi pramugari pun bukan pekerjaan mudah, butuh profesionalitas tinggi untuk menjaga keamanan penumpang selama di dalam pesawat. Maka ada banyak hal yang harus Sahabat IHS persiapkan apabila Sahabat IHS ingin menjadi pramugari pada suatu maskapai penerbangan

Cermat memilih maskapai penerbangan

Ada banyak maskapai penerbangan di Indonesia yang bisa Sahabat IHS lirik, contohnya Garuda Indonesia, Lion Air, Wings, Air Asia, dan Sriwijaya. Masing-masing maskapai tersebut memiliki jadwal terbang terdaftar setiap harinya. Namun apabila Sahabat IHS tidak menginginkan jadwal penerbangan terdaftar, sahabat IHS bisa memilih menjadi pramugari Garuda Indonesia sebagai awak kabin haji. Keuntungan menjadi awak kabin haji Sahabat IHS tak perlu menunggu terlalu lama untuk terbang ke luar negeri, tetapi kerugiannya masa kerja terbatas karena hanya dibutuhkan pada saat musim haji.

Lowongan pramugari jasa penerbangan seperti pesawat jet yang disewa perseorangan juga bisa menjadi alternatif. Di sana Sahabat IHS akan melayani penumpang dalam jumlah yang lebih sedikit. Berbeda dengan menjadi pramugari di maskapai penerbangan, Sahabat IHS tidak memiliki jadwal tetap karena Sahabat IHS akan sering dihubungi pada waktu-waktu yang tidak bisa diprediksi.

Persiapkan resume Sahabat IHS dan persyaratan administrasi berikut

Untuk menjadi pramugari, sahabat IHS harus lulus pendidikan minimal setingkat SMA/SMK/MA. Lulusan D1, D2, D3, D4, dan S1 juga bisa mendaftar dengan mempersiapkan bermacam berkas di dalam dokumennya. Masing-masing maskapai penerbangan memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal mengirimkan resume. Ada yang menginginkan Sahabat IHS mengumpulkan resume secara langsung dan ada juga yang menggunakan pengumpulan resume secara online.

Berat dan tinggi badan yang proporsional

Untuk mengukur apakah tinggi dan berat badan Sahabat IHS proporsional, digunakan indeks bernama Body Mass Index (BMI). Cara mengukurnya cukup sederhana, bagilah berat badan Sahabat IHS dengan tinggi badan sahabat IHS. Masing-masing maskapai memiliki batas normal berbeda-beda untuk BMI, namun umumnya sekitar 18-23. Sahabat IHS tinggal sesuaikan hasil BMI Sahabat IHS dengan persyaratan maskapai yang Sahabat IHS inginkan.

Mental yang kokoh pada saat wawancara

Setelah segala persyaratan dinyatakan lolos, umumnya maskapai penerbangan akan melakukan proses wawancara. Sahabat IHS akan bertatap muka langsung dengan perekrut maskapai. Terkadang pewawancara adalah pramugari yang diberi tugas khusus, bisa juga perekrut adalah staff HRD maskapai penerbangan.

Wawancara masing-masing maskapai sedikit berbeda, namun hal yang terpenting Sahabat IHS harus mempersiapkan mental. Berbicaralah dengan yakin dan tampilkan gesture atau ekspresi yang membuat mereka yakin dengan sahabat IHS. Jangan lupa untuk berbusana rapi dan sesuai, hindari penggunaan asesoris yang terlalu mencolok.

Niat yang kuat untuk menjadi cadangan dan ditempatkan di mana saja

Menjadi pramugari baru tidak serta merta Sahabat IHS bisa tinggal atau terbang ke tempat-tempat yang sahabat IHS inginkan. Saat pelatihan Sahabat IHS akan menerima penempatan dan tak jarang kota itu tak sesuai ekspektasi. Umumnya maskapai memberi waktu 1 tahun bagi pramugari baru untuk berpindah lagi ke tempat lainnya.

Pada masa awal bekerja, tahap menjadi “cadangan” pun harus dilalui. Seorang pramugari baru umumnya akan mengisi jadwal terbang pramugari senior yang sakit. Sahabat IHS tidak akan tahu jadwal penerbangan dan tempat yang akan dituju sebelum diperintahkan untuk menggantikan.  Segala kepastian jalur perjalanan dan tempat menginap selama sebulan akan diketahui ketika sudah menjadi pramugari senior